Sunday, 8 July 2012

Audi Inginkan The Doctor Terlibat Proyek Ducati

Valentino Rossi mengaku telah membicarakan tentang proyek pengembangan motor Desmosedici kepada Audi, selaku pemilik baru perusahaan Ducati.

Rossi telah mengungkap kalau bos Audi, Rupert Stadler telah
menemuinya dan membicarakan sejumlah hal yang berkaitan dengan proyek pengembangan motor Ducati.

Menurut Valentino Rossi, Audi memiliki sebuah proyek yang menggiurkan terhadap pabrik motor yang berbasis di Bologna tersebut, dan mereka menginginkan Rossi untuk melanjutkan pekerjaannya sebagai rider Ducati dan terlibat dalam proyek ‘ambisius’ tersebut.

Sejauh ini, Valentino Rossi masih belum dapat tampil kompetitif saat membalap dengan motor Ducati. The Doctor dengan hampir putus asa menginginkan agar Ducati mendengarkan keinginan para pembalapnya dalam menentukan langkah yang diambil untuk menciptakan sebuah tunggangan yang dapat bersaing dengan Honda dan Yamaha.

Akan tetapi, tampaknya Ducati tetap mempertahankan filosofi mereka dalam mengerjakan proyek pengembangan motor Desmosedici.

Rossi telah mendesak Ducati untuk mengambil rencana yang jelas dan realistis untuk merancang motor Ducati yang dapat melaju lebih kencang agar dapat meyakinkan pembalap Italia tersebut untuk bertahan membalap di MotoGP bersama mereka.

Tampaknya, Rossi merasa lebih yakin untuk bertahan di skuad Ducati musim depan dengan adanya keseriusan dan ketertarikan Audi untuk memberinya dukungan, terutama dari segi finansial untuk pengembangan motor 1000cc Ducati yang dipakainya untuk berkompetisi.

Meski demikian, Valentino Rossi membantah telah menandatangani perpanjangan kontrak bersama Ducati. Ia akan menunggu untuk mengevaluasi sejumlah update motor baru di tes Mugello untuk mulai menentukan pilihan.

Valentino Rossi yang turut merasa antusias dengan proyek menggiurkan tersebut menjelaskan: “Saya bertemu dengan CEO Audi, kami membicarakan sejumlah hal dan tampaknya mereka sangat tertarik untuk melanjutkan proyek bagus dengan Ducati.
“Audi memiliki sebuah proyek yang sangat ambisius dan mereka menginginkan saya untuk menjalankan proyek tersebut bersama saya.

“Audi memiliki potensi besar saat ini. Mereka membuat mobil, bukan motor. Tetapi tentunya, mereka tak memiliki tongkat ajaib.

“Untuk urusan pengembangan yang dilakukan Ducati, saya merasa yakin akan lebih bijak kalau kami melanjutkan proyek selangkah demi selangkah. Memulai dari awal akan memakan banyak waktu, dan kami harus mengadopsi ide-ide bagus dan menyelesaikan sejumlah permasalahan pada motor kami.

“Dalam beberapa bulan terakhir tim dan saya sudah memberi Ducati sejumlah indikasi jelas (mengenai arah pengembangan) dan kami seharusnya bekerja selangkah demi selangkah tanpa memulai proyek dari awal.

“Hingga saat ini kami belum banyak berbenah, kami mengharapkan sesuatu dari tes Mugello. Namun saya tak tahu apa yang harus saya harapkan. Tetapi kami harus tetap optimis dan yakin.”

Valentino Rossi mampu meraih hasil terbaiknya saat membalap di trek kering dengan finish keenam saat bertarung sengit bersama Barbera, Nicky Hayden, Stefan Bradl, Alvaro Bautista dan Cal Crutchlow pada balapan MotoGP Jerman yang digelar di Sirkuit Sachsenring pada Hari Minggu.

Menurut sang juara dunia MotoGP sebanyak sembilan kali tersebut, kesabaran untuk menunggu saat yang tepat dalam melakukan manuver merupakan kunci untuk dapat finish 28 detik di belakang Dani Pedrosa yang menjadi pemenang.

Selain itu, pemakaian setup lama telah membantunya untuk membalap ‘tak jauh’ dari Yamaha dan ‘tak jauh’ dari posisi podium walaupun rider Honda yang mendominasi persaingan depan ‘terlalu jauh’ dan sulit untuk dikejar.

Settingan tersebut rencananya juga akan dipakai Rossi dalam menjalani sesi latihan di kampung halamannya, tepatnya di Sirkuit Mugello akhir pekan ini.

Pembalap berusia 33 tahun tersebut menjelaskan: “Balapan hari ini sedikit lebih baik. Sebenarnya lebih baik ketimbang latihan bebas. Akhir pekan ini kami memutuskan untuk bekerja pada settingan yang mirip dengan yang kami pakai di Barcelona dan Estoril untuk mengurangi tekanan pada ban belakang.

“Walau kami tidak bisa mencoba settingan tersebut lebih lama pada kondisi trek kering, namun pemakaian settingan tersebut menjadi pilihan yang sangat efektif.

“Setup tersebut membuat saya memiliki kecepatan konsisten dan mempertahankan kecepatan hingga akhir balapan.

“Pada awalnya, saya membalap dengan hati-hati karena ada banyak hal yang membingungkan saya, terutama titik pengereman Hector Barbera yang tidak teratur. Saat saya menyadari kalau saya tidak memiliki kecepatan untuk melarikan diri dari pertarungan grup tersebut, saya menunggu hingga saat yang tepat untuk memberi serangan dan hingga akhirnya saya bisa menyalip hampir keseluruhan dari pembalap yang berada di grup pertarungan ketiga.

“Saya juga mencoba menyalip Stefan Bradl, tetapi saat saya hampir berada di dekatnya, bendera kuning berkibar sesegera setelah Stoner terjatuh. Berkibarnya bendera kuning membuat saya tidak dapat menyalipnya dan mundur.

“Saya menyelesaikan balapan di posisi enam yang merupakan hasil terbaik kami saat balapan di trek kering pada tahun ini. Jadi, saat ini kami akan melanjutkan hasil seperti ini. Namun kami belum bisa menyelesaikan permasalahan kami.

“Motor ini sedikit lebih sulit untuk dikendarai. Tetapi setidaknya saya bisa mengerem keras dan membalap dengan kecepatan bagus hingga akhir race.”

No comments:

Post a Comment