Tuesday, 12 June 2012

Stoner dan Pedrosa Heran Atas Fenomena Ganjil di MotoGP

Casey Stoner dan Dani Pedrosa merasakan sejumlah fenomena ganjil yang terjadi di MotoGP. Mulai dari ketidakjelasan alasan pergantian standar jenis ban hingga ganjaran hukuman
penalti Marc Marquez yang sulit untuk dimengerti.

Dani Pedrosa merasa kebakaran jenggot dan menyesali keputusan yang diambil oleh Bridgestone dan penyelenggara MotoGP untuk mengganti jenis ban depan baru yang akan dijadikan standar mulai seri Silverstone.

Bridgestone telah berupaya untuk memperbaiki performa ban agar dapat mempercepat proses pemanasan ban untuk menghindari kecelakaan yang disebabkan oleh suhu ban yang masih dingin. Mayoritas pembalap memilih ban baru yang akan dijadikan standar tersebut karena lebih stabil saat melakukan pengereman setelah berkesempatan mengetesnya mulai seri Jerez lalu walaupun dengan alokasi yang terbatas.

Tetapi sama dengan kritikan yang diungkapkan oleh teammatenya Casey Stoner, Dani Pedrosa menyatakan ketidaksukaannya terhadap peralihan pemakaian ban depan baru. Bukannya memperkokoh aspek keamanan, tetapi duo Repsol Honda tersebut mengaku kalau ban baru tersebut justru memicu permasalahan baru untuk tim repsol Honda, yakni problem getar pada bagian depan RC213V.

Pedrosa menuding penyelenggara MotoGP tidak adil dan tidak jelas dalam mengambil keputusan. Ia setuju dengan kritikan yang selama ini dilontarkan Casey Stoner yang merasa kehilangan semangat untuk membalap di MotoGP akibat perubahan regulasi yang tidak stabil.
Stoner merasa ban depan baru yang dipakainya kurang memiliki stabilitas dalam pengereman keras. Juara dunia MotoGP 2011 tersebut merasa tidak perlu adanya penggantian ban baru, karena para pembalap tidak mengeluhkan performa ban versi sebelumnya. Apalagi pergantian ban baru tersebut dilakukan pada pertengahan musim.

Stoner berkata: “Saya tak tahu apa alasan kami harus memakai ban baru ini. Standar ban tahun ini (seri Qatar-Catalunya) kelihatannya bekerja dengan cukup baik dan semua pembalap cukup senang dengan performa ban tersebut.”

Tim Repsol Honda memutuskan untuk tidak menghadiri tes satu hari yang diselenggarakan di Sirkuit Aragon karena tidak tersedianya ban baru untuk mereka uji coba di sana.

Dani Pedrosa menambahkan: ”Saya harus setuju dengan Casey mengenai apa yang dia katakan terhadap kejuaraan ini dan banyak hal yang sangat tidak jelas di sini.
“Jelas saya marah dengan situasi seperti ini. Sekarang sudah pertengahan musim dan dari dua jenis ban yang ada, mereka memilih salah satu jenis ban (yang menurut kami) buruk.

Namun Anda terpaksa mempergunakannya lalu Anda tak dapat melakukan apapun. Saya harus tetap terbuka dan berpikir positif terhadap keputusan tersebut. Karena jika saya terus-menerus memikirkan ini maka saya tidak akan mendapatkan kesuksesan.”

Tidak hanya persoalan ban yang membingungkan Stoner. Pembalap berusia 26 tahun tersebut menyesali keputusan race direction yang memberikan penalti kepada Marc Marquez yang terlibat insiden kontroversial bersama Pol Espargaro pada balapan Moto2 Catalunya. Namun akhirnya, keputusan race direction tersebut dicabut.

Stoner yang berpihak pada Marquez karena menurutnya insiden tersebut bukan kesalahan yang dilakukannya menulis pada akun Twitternya: “Sulit untuk dipercaya mereka memberi Marc Marquez penalti satu menit. Ini merupakan alasan mengapa kejuaraan ini perlu diatur kembali. Saya sudah melihat kejadian yang lebih buruk.”

Setelah hukuman untuk Marquez dibatalkan, kemudian pembalap Repsol Honda tersebut menulis: ”Pembatalan penalti untuk Marquez merupakan keputusan yang bagus. Mungkin mereka seharusnya mempertimbangkan pendapat dari kedua sisi sebelum mengeluarkan penalti.”

Sebagai catatan, walaupun penalti sudah ditarik, tetapi hingga kini insiden tersebut masih diperdebatkan.

No comments:

Post a Comment